Kheemm…- Ingat-ingatlah kebaikan orang yang
menyakiti kita. Sejahat-jahatnya anak Adam, percayalah, masih ada kebaikan di
hatin...ya yang
menjelma menjadi perbuatan baik yang menyenangkan kita. Inilah susahnya
manusia, kalau ada salah dikiit aja, buyar semua deh kebaikan yang telah lalu.
Nah, ingat-ingat tuh, masnya atau mbaknya dah baiik betul sama kita, jadi ga
salah kalau kita memaafkan. ^^
- Jangan terlalu kagum. Aku dengar dari
Murabbiyahku, bahwa bila kita menjadikan seseorang yang bukan Rasulullah dan
Shahabat sebagai panutan secara berlebihan, maka ketika kita menemukan
kekurangan di dirinya, rasa kagum itu akan serta merta hilang. Jadi,
bertemanlah dengan teman apa adanya. Jadi ketika dia berbuat salah, kita ga
sibuk sama sakit hati, tapi justru menasihati. ^^
- Sabar. Ikhlaskan. Lupakan. Jangan kebalik. ^^
Harus begitu urutannya, ya. Soalnya banyak orang bilang “lupa” berarti “sabar”.
Ga gitu, ukh, akh. Rasulullah mengajarkan kita untuk ikhlas dulu, baru kemudian
kita lupa. Kalau kita “maksa” lupa, hampir pasti rasa sakit masih tertinggal.
Ingat, memaafkan tidak mutlak berarti melupakan kesalahan loh, tapi
mengikhlaskannya dan berujung pada tidak mengingat-ingatnya. ^^b
- Berdoalah pada ALLAH. Nih haditsnya : “Duhai Yang
Membolak-balikkan hati, kokohkanlah hatiku di dalam agama-MU” (HR Tirmidzi).
Minta ALLAH membalikkan hati kita yang sakit itu untuk sehat dan segar kembali.
Percayalah pada kekuatan doa, saudaraku. Ingat, orang yang paling lemah adalah
yang meninggalkan doa. ^^
- Charge hati dan pikiran dengan ibadah, hal-hal
yang bermanfaat. Misalnya, tilawah, qiyamul layl, senyum (Senyum saat susah
tanda ketabahan), nulis (kayak aku, hehee), belajar, dst. Pokoknya cari
kegiatan yang bikin kita sibuk, insya ALLAH kalau kita serius kita bisa lupa. ^^
- Ingat, “Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari
(perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna” (Al-Mu’minun : 3). Kenapa? Karena
sakit hati berlama-lama itu ga berguna, saudaraku. Buat apa sih dipertahankan?
Mending diikhlaskan. Sebuah ikhlas, itu dah termasuk ibadah loh. ^^
- Bila sakit hati menyerang (kita tersinggung),
tahanlah amarah bila khawatir akan terjadi. Tahan sekuat-kuatnya! Takutnya
gara-gara marah kita memperburuk situasi. Bila kita ingin menasihati yang
menyakiti kita, lakukan itu ketika esmosi kita bener-bener dah reda. Ada
haditsnya : “Orang kuat adalah yang mampu menahan amarahnya.” (Shahih, tapi aku
lupa perawinya siapa. ^^v)
- Tatalah hati. ^^ Jagalah hati, dandani ia, hingga
hatilah yang pada akhirnya memaafkan. Maaf dan sakit hati ini kuncinya di hati,
saudaraku. Bila dah mantap hati kita, insya ALLAH sesakit apapun, kita akan
memaafkan. Sungguh, bersyukur sekali bila kita dikaruniai ALLAH sebuah hati
yang tidak dapat membenci, sebuah hati yang murah sekali tuk memberi maaf. Subhanallaah,
walaupun meminta maaf lebih mulia, tapi belajar memaafkan itu juga sangat
indah..
“Barangsiapa yang ALLAH menghendaki akan memberikan
kepadanya petunjuk, niscaya DIA melapangkan dadanya untuk (memeluk agama)
Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki ALLAH kesesatannya , niscaya ALLAH
menjadikan dadanya sesak lagi sempit…” (Al-An’am : 125)
Pamungkas hari ini (Maaf nih, ngarang, hehe):
Mintalah pada-NYA petunjuk dan ketenangan, untuk
hatimu yang hanya satu. Hingga tanpa tangis pun dikau mampu memaafkan. Hingga
tanpa duka pun sakit hatimu segera sirna. Hingga tanpa peluh pun hatimu tak
lagi mampu membenci.
Bila ALLAH sudah menghembuskan hidayah dan
kedamaian di hati seorang muslim, maka ia takkan peduli dengan hinaan manusia.
Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana menjaga nama baiknya di hadapan ALLAH. Bila
baik di hadapan ALLAH, maka dengan izin ALLAH baik pula ia di hadapan dunia.
Subhanallaah.